Dia tak lagi ingat, betapa saat dia menghilang dua hari saja, duniamu seolah terbalik. Kau hidup tapi tak tahu mesti berbuat apa. Kau hanya bisa diam. Lalu, sehari sebelum kau bertemu muka dengannya, dia datang melalui suaranya. Masihkah kau ingat senyum yang tak bisa kau sembunyikan waktu itu? Kau sungguh bahagia. Setidaknya kau tahu dia baik-baik saja. "Kenapa diam?" tanyamu padanya saat kau hanya bisa mendengar desau nafasnya. Tanpa kau melanjutkan kalimat, "Masih ingin aku mendengar suaramu." dia menjawab, "Saya sedang mengerjakan sesuatu." Oh, ternyata dia sedang sibuk saat itu. Tak apa. Asalkan dia tak kekurangan sesuatu apapun. Selang beberapa saat, dia datang kemudian. Dan, kau hanya bisa menghindar. Kenapa? Karena kau hanya sangat merindukannya. Dan, terlalu takut kau tak mampu mengendalikan rasa ingin bersamanya lagi. Dia datang. Tanpa pernah tahu betapa kau ingin segera berlari memeluknya tanpa membiarkan dia pergi lagi. Kalian bersama lagi...
Belajar kembali menjadi diri sendiri. Belajar tak banyak terpengaruh tentang keberadaan yang lain.