Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Kesamaan A, B, C...

Kadang ada satu 'kesamaan' antara seseorang yang kau kenal dengan seseorang lainnya. Yang sulit adalah jika kesamaan itu terjadi pada seseorang dengan seseorang yang ingin kau lupakan. Membuatmu ingat lagi dengannya. Lalu... bagaimana kalau begini... Kau sedang dalam usahamu melupakan seseorang di Masa Lalu-mu. Sebut saja, A . Lalu, sekian tahun kemudian, kau bertemu seseorang. Seseorang ini, B . Tak ada kemiripan memang yang bisa mengingatkanmu tentang A . Hanya saja, tanggal lahir mereka sama. Jadi, tiap bertemu dengan B , maka kau akan teringat dengan A . Trus... Terjadi sesuatu antara dirimu dengan B , hingga kau sangat ingin melupakannya. Tapi, lagi-lagi kau menemukan kesamaan antara dia dengan seseorang yang baru saja kau kenal, C . Belum lagi, kau diharuskan untuk sering berinteraksi dengan C . Hmmmmmmmm... Pusing?? SANGAT!!!!!! Tapi, kenapa harus dipikirkan?!

Kapan Gambar Itu Tersenyum??

Disana hanya ada muram Sedih kalau kau hanya bisa menahan rasa di hatimu Atau marah sebagai pelampiasan rasamu Kau tak jauh berbeda dari yang pernah kukenal Yang berbeda, tak ada lagi hak-ku untuk memintamu tenang Meminta emosi-mu lebih stabil Setidaknya, agar kau tak perlu menyakiti dirimu sendiri Sayang, hak itu tak lagi ada Bahkan untuk memintamu memberi makan pada tubuh kurus-mu Meski tak lagi berhak Apalagi wajib mengingatkanmu Kuharap, kau tak lupa di seberang sana ada nafas yang masih berjuang untukmu Bahkan hanya untuk melihatmu tersenyum Meski hanya dalam gambar Gambar yang hingga hari ini masih berisi muram, sedih, dan marahmu Kapan gambar itu tersenyum??

17 Oktober 2010 - 9 Dh-Qaida 1431

Alhamdulillah, insya Allah ibu akan naik haji tahun ini. Untuk melaksanakan tugasnya sebagai Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Untuk menjadi tim medis haji sendiri, prosesnya tidak mudah terjadi begitu saja. Ada seleksi dari departemen kesehatan. Nah, disini saya sedikit ambil bagian. Mengurusi segala urusan yang berhubungan dengan pendaftaran TKHI di situs departemen itu. Mulai dari pendaftaran via online, pengisian data lanjutan, mengikuti updating pengumuman disana, intinya semua yang berhubungan dengan itu. Semuanya ibu percayakan pada saya. Entah kenapa, untuk hal yang satu itu, saya selalu saja lebih unggul dari kakak saya. hhe Sebenarnya, agak ogah-ogahan juga saat mengurusi urusan di situs itu. Yang saya pikirkan adalah, betapa saya telah membantu ibu saya untuk menjauhkanku darinya selama empat puluh hari. Masih berhubungan dengan postingan sebelumnya, IKLHAS menjadi kunci utama semuanya. Saya harus ikhlas! IKHLAS!!! Ibu lalu mengikuti serangkaian pelatihan, karantina be

Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang ke-4. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, menunaikan sholat 5 waktu, serta puasa di bulan Ramadhan. Kemudian, menunaikan zakat sebagai pelengkap dari lima rukun Islam. Untuk menunaikan ibadah haji sendiri, ibadah ini tidaklah wajib bagi mereka yang tidak mampu. Sedang empat rukun lainnya, wajib bagi semua orang. Artinya, orang yang tidak mampu hanya punya empat kewajiban, bagi mereka yang mampu kewajibannya ditambah satu dengan menunaikan ibadah haji itu. Mampu sendiri, bukan hanya dihitung dari kemampuan finansial seseorang. Meski itu menjadi satu syarat untuk menunaikannya. Butuh uang untuk ikut daftar haji maksudnya. Kalaupun tidak punya banyak uang, bisa dengan ditabung. :) Ok... menurut saya, mungkin mampu itu sendiri lebih dititikberatkan pada siapnya seseorang untuk bisa menunaikan haji. Mampu secara lahiriah dan bathiniah. Mampu secara lahiriah. Secara fisik misalnya, penting untuk kelancaran ibadah nantinya. Perjalanan panja

-------------------------

Yang ditangisi, bukan tentang penyesalan akan adanya hari ini Hari dimana kesadaran itu ternyata malah melukainya Ada alasan lagi untuk tak membuatnya menangis? Katamu, kau tak akan berulang melukainya lagi Akan tetap menemaninya dan kembali bersama lagi Sedang, kehadirannya kini sudah tak penting lagi Bahkan cenderung diabaikan olehmu Apa itu belum cukup untuk membuatnya terlukai? Yang ditangisinya, mengapa sampai hari ini dia masih saja terluka Sedang kau sudah menyebutkan nama lain disana Bahkan sampai terdengar lantang tepat di telinganya Ada alasan lagi untuk tak membiarkannya terlukai? Tolong... Jangan pernah berjanji untuk sesuatu yang tak kau yakini saat kau mengucapnya Jangan pernah memberi harapan Padanya yang kau sendiri sudah tak ingat lagi apapun tentangnya Jangan pernah merasa sangat mengerti seseorang, sedang kau sendiri yang paling membuat dia tersakiti Lalu, mana kemengertianmu selama ini? Atau... oleh karena kau mengerti bagaimana membuat dia t