Langsung ke konten utama

Postingan

Rasa yang Tak Pernah Sama

Berjalan denganmu, rasa yang tak pernah sama setiap harinya... Kala pertama, yang ada hanya ketakutan. Rasa yang entah kenapa membuatku bergetar, sulit menerima kehadiranmu. Seolah kau akan merenggut semua hidupku dan tak akan mengembalikannya lagi seperti semula. Tapi, bukankah memang harus seperti itu? Semuanya tak akan sama lagi sejak kali pertama mengenalmu. Setelahnya, aku lalu mengagumi hadirmu. Sikapmu yang begitu tegas dan membuatku tak bisa berkutik menentang apapun katamu. Apa lagi yang bisa kupersalahkan ketika semua yang kau katakan memiliki pembenarannya sendiri? Yang lain mungkin tak bisa melihat hal itu dan terus mempersalahkanmu. Tapi, tidak denganku yang entah mengapa selalu saja melihat hal baik di setiap tingkahmu. Tapi, bukankah semua hal akan memiliki sisi baiknya sendiri? Begitu juga dengan sisi buruknya, yang entah kenapa kabur begitu saja di mataku. Sekarang, hadirmu selalu mengejutkanku. Tak pernah sama persis setiap waktunya. Kadang kau begitu menyenang...

Writer's Block?

Saya tak tahu inikah yang dinamakan writer's block atau apa. Yang pertama, saya bukanlah penulis yang begitu dituntut untuk menyelesaikan tulisan saya dalam deadline tertentu. Ke-dua, saya bukan sedang dalam mood tak ingin menulis. Ke-tiga, kebuntuan ini juga bukan saya alami dalam kepentingan menulis sebagai kesenangan saya. Ke-empat, saya begitu kesulitan menyelesaikan tugas akhir bahkan dalam tahap proposalnya saja sebagai cicilan pertama. Kelima, saya bisa menuliskan ini kan? Meski entah untuk apa. -_- Saya tak tahu apa ini. Bisa jadi ini karena minimnya pengetahuan saya tentang makhluk macam apa si tugas akhir ini. Setiap hari kerjaan saya berinteraksi dengan laptop tercinta. Ini sejak dua bulan lalu. Atau lebih. Niat awal yang seharusnya digunakan untuk melanjutkan progress penyelesaian proposal. Lebih banyak diisi dengan menghabiskan kesempatan apapun yang saya punya untuk menghibur diri. Serial dan film Jepang dan Korea yang sebelumnya tidak saya lirik di beberapa folder...

Masihkah Aku Untukmu?

Selalu sama seperti ini Ada aku menunggumu pulang Kau yang tak pernah memilih datang Dan kita yang masih selalu kukenang Ada saat dimana aku memilih menyerah Memilih berbalik arah Menguatkan hati untuk tak lagi kembali Padahal sadar, selalu ada alasan untuk bersamamu lagi Dan, benar... ketika akhirnya tiba di ujung jalan Berbagai macam hal hadir sebagai alasan Mengingatkan diri, bahwa seharusnya ada aku disana Tetap menunggumumu dengan tenang dan penuh sabar Bisa jadi aku bodoh tak berakal Tetap berharap kau akan datang dan kita pun kekal Untukmu, aku hanya percaya satu hal Aku ada untukmu, meski entah kau untuk siapa @McD Pettarani 6.17 PM dibuat atas permintaan Tenri... :p

Menyesakkan Rasa

Cinta itu menyesakkanku Bukan saat gadis lain yang menjadi pilihanmu Tapi, saat kau tak butuh aku Dan aku tak boleh lagi memperhatikanmu Sayang ini menyesakkanku Bukan saat aku malah menyemangatimu mengejarnya, menipu diri melupakan rasaku Tapi, saat kau tak butuh lagi dukunganku Dan memilih berjalan sendiri tanpa pernah ada aku Rindu bisa menyesakkanku Bukan saat aku mengingat dia yang telah lalu Tapi saat kau ada di hadapanku Melihatku, tak menyapaku, dan memilih berlalu Kita pernah punya cerita Dengan cinta, sayang, dan rindu yang bersesakan Sekalipun kita tak lagi berada dalam satu cerita Melupakan rasa malah makin menyesakkan

Titik Cerah diantara Semangat yang Kelam

Saya dan Mini akhirnya berada di tangan dosen yang sama untuk hal Penasehat Akademik (PA) kami. Mini sendiri berencana menyelesaikan studi akhir tahun ini. Sementara saya masih ragu dengan alasan satu mata kuliah yang tersisa di semester depan. Entahlah bisa diurus tutup strata atau tidak nanti. Saya belum memikirkan itu. Dengan alasan mau mengurus bersama, Mini menyarankan saya untuk menyiapkan judul saya juga. *doh! Sudah dari sebulan lalu saya mencari judul. Tapi, masih malas menyentuh dan memikirkan kelanjutannya. Jadilah setiba di rumah saya lalu membereskan masalah judul yang akan dikonsultasikan. Saya begadang demi menyiapkan tiga judul (sesuai di blangko judul). Baru kali itu begadang saya ada manfaatnya. :p Keesokan harinya... Saya dan ibu PA janji bertemu jam 10 pagi di jurusan. Tapi, seperti biasa (yang belum bisa berubah) saya terlambat bangun! -_- Saat memeriksa HP beberapa lama setelah bangun, ternyata ada SMS dari ibu PA yang memajukan waktunya jadi setengah jam leb...

Ganti PA dong!!

Penggantian Penasehat Akademik (PA) mulai berlaku semester ini. Para PA yang diganti ini adalah dosen yang sedang melanjutkan studi mereka. Termasuk PA saya. Yeay!! :) Saya teramat senang akan adanya hal ini. Semacam titik cerah di antara kemalasan saya menyelesaikan studi. :p Siang itu, di kantor jurusan... Berbekal kertas KRS yang sudah siap dikonsultasikan pada PA saya sebelumnya. Saya menunggu Wilda, teman se-PA yang seingat saya juga butuh konsultasi. Rencananya, saya baru akan menghubungi PA saya, setelah bersama Wilda. Menunggu Wilda tanpa janjian sebelumnya. Dikarenakan sinyal im3 yang memburuk di area kampus, komunikasi kami tak berjalan lancar. Saya mengirimkan sms tanpa bisa menerima balasan dari Wilda. Sudahlah... menunggu sambil berbagi cerita dengan beberapa teman yang juga punya urusan di jurusan. Beberapa jam kemudian... Wilda datang dan memberitahu PA-nya sudah diganti. Begitu juga dengan Ahmad, teman se-PA kami yang lain. *Saya ditinggal sendiri dengan PA yang b...

Bergerak!

Libur panjang setelah KKN rasanya saya semakin malas berbuat apa saja. Sebenarnya ini bukan waktu untuk liburan panjang, tapi masa untuk menyelesaikan studi. Tapi, rasanya masih butuh waktu lama untuk itu. Masih ada kuliah yang perlu diselesaikan. :D Beberapa teman masih sering mengajak saya untuk bertemu akhir-akhir ini. Beberapa teman lainnya sedang sibuk fokus menyelesaikan studinya. *Ummm.. Armita Amelia juga ujian meja hari ini. :) Yang lain juga mengejar masa depannya bagi yang studinya sudah beres sementara ini. Sebenarnya masih banyak teman yang bisa ditemui saat sekali-sekali ke kampus. Tapi, rasanya begitu aneh. Mendapati mereka sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Sementara saya yang masih dalam ketidakjelasan judul tugas akhir merasa semakin tak enak hati melihat mereka berlalu-lalang. * nyesek . Tapi, saya tak sendiri. Masih ada teman-teman yang belum bergerak menyelesaikan studi. Juga adik-adik yang menemani di kampus. * hahaha Saya masih tetap disini. Memang s...