Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lagi Serius

Hilang...

Rasanya semakin jauh saja. Masih saja aku terdiam disini tak tahu harus berbuat apa. Aku tak lagi disana. Diantara kalian. Bersenda gurau bersama meski aku hanya kebagian tertawanya saja tanpa pernah bisa membuat kalian tertawa. Meski aku hanya kebagian menjadi pendengar saja tanpa sempat menceritakan hal menarik pada kalian. Aku disini. Pada lingkaran yang tak lagi diisi kalian. Rasanya seperti di duniaku sendiri. Tersesat karena tak lagi menemukan kedamaian yang sama seperti saat ada kalian bersamaku. Aku tak lagi merasa kenal dengan suasana ini. Ini bukan tempat yang ada kalian disana. Atau, bukan aku yang kalian kenal yang mendatangi tempat itu. Selalu saja aku menyendiri. Lebih tepatnya merasakan sepi padahal ada kalian yang riuh ramai. Tapi, aku tak ada disana. Serupa tembok yang hanya menjadi saksi bisu kebersamaan kalian. Aku disana, tapi tak bersama kalian. Seperti ada aku dan kalian. Tak bisa menjadikan diriku bagian dari kita. Terlalu lama rasanya hingga aku kehilangan s...

Keluar!

Banyak hal yang mulai terlupakan. Sampai keteledoran di setahun kemarin seperti akan kembali terulang. Kebiasaan penundaan pekerjaan. Lalai tak ingat kewajiban. Ya, saya tahu akhirnya nanti akan seperti apa. Akan ada keadaan dimana semua dilakukan dengan terburu-buru. Hanya dilakukan apa adanya. Sebiasa mungkin. Tidak totalitas. Tidak maksimal. Apa ini yang saya harapkan sebagai seorang yang perfeksionis? Tentu tidak! Baru saja saya sadari, banyak hal yang terbengkalai. Dan hanya dikerjakan dalam keadaan yang serba minim. Tak cukup waktu. Hingga usaha yang dilakukan pun tidak pada jatah yang seharusnya. Saya menganggap ini gagal. Saya gagal menggunakan ilmu dan kemampuan yang saya punya. Saya tak punya cukup bukti untuk menggambarkan ilmu dan kemampuan saya lagi. Semua serba apa adanya. Ilmu dan kemampuan saya tak punya ruang untuk memiliki pembuktiannya. Bukan untuk dibuktikan kepada siapa. Hahahaha Saya hanya sedang merasa perlu mengukur ilmu dan kemampuan saya. Sekedar tahu bia...

Berbagi 5 Rahasia

Assalamu'alaikum Wr.Wb. :) Ingin melanjutkan pembagian rahasia yang sebelumnya sudah memenuhi blog teman-teman. Terlalu terlambatkah? Awalnya saya hanya ikut membaca. Tanpa terpikir untuk ikut atau diikutkan. Tapi, tidak bisa lolos ternyata. -_- Seorang adik mengingatnya. Ya, adik Titah. Ini dibuat atas permintaan adik Titah yang waktu itu bertemu di koridor dekat KOSMIK. Dan, kali pertama bertemu hari itu wajahnya bercahaya sekali. Sangat senang kelihatannya. Ternyata lagi, ingin meneruskan tantangan ini ke saya. -_- Baiklah... mari memulainya. Sebelumnya, biar saya ingatkan dulu. Saya juga lupa ini rahasia atau bukan. Kadang saya suka bercerita ke seseorang yang menceritakan hal yang sama lebih dulu ke saya. Dan saya keseringan lupa bercerita 'apa' kepada 'siapa'. -_- Tidak suka dicari di rumah! Entah kenapa. Rasanya sangat tidak nyaman! Kalau ada yang cari atau lebih dulu memberitahu akan datang, itu tak apa. Tapi, kalau tiba-tiba datang!!! Saya terkejut...

5 Januari (1991-2012-....)

5 Januari 2012... Dua puluh satu tahun sudah Dia membiarkanku tertarik gravitasi bumi ini. Menghirup udaranya yang entah kenapa hembusan anginnya menyerupai sesuatu yang bernafas. Merasakan keadaan di sekitar yang ternyata masih sangat terabaikan olehku. Saya belum menjadi makhluk yang berguna. Dan masih mencari tahu alasanku dibiarkan hidup. Dia pasti hendak menjadikanku sesuatu. Tapi, apa? Sementara ini masih saja kucari hendak menjadi apa aku nantinya. Setelah tahu, mungkin akan kucari cara untuk menjadi sesuatu itu. Lalu, berusaha menggapainya. Kemudian, meraihnya. Mengerjakan tugasku sebaik mungkin. Menyelesaikannya. Dan, bersiap pergi. Pergi... atau malah kembali? Pergi dari kefanaan dan kembali menuju tempat-Nya yang abadi dengan sebaik mungkin? Amin... Bagi yang membaca tulisan ini... tenang!! Saya tidak sedang dalam firasat ingin pergi atau bagaimana. :) Saya hanya sedang kebingungan mencari tahu tujuan hidup. Sembari mempersiapkan diri menuju tempat-Nya yang terbaik....

Lagi-lagi Memulai Kembali

Saya kembali lagi berniat mengisi blog ini. Setelah kemarin sempat tergoyahkan oleh pendapat beberapa teman. Ya, saya sangat mudah terpengaruh. Saya lalu menganggap semua yang tertuliskan kemarin adalah kebodohan. Saya ditegur beberapa teman. Katanya, blog ini hanya berisikan curahan hati. Mungkin tak banyak berguna. Tapi, bukankah pernah saya katakan, "beginilah diriku"? Ya, seharusnya saya tak lupa itu. Ini memang diri saya. Dan tak seharusnya juga saya tidak menganggap teguran beberapa teman itu tak penting. Seharusnya itu malah menjadi pemicu agar blog ini tak melulu berisikan curahan hati. Maaf, saya melupakan itu. Dan... disinilah saya. Kembali hadir setelah sempat merubah alamat dan mengatur sedemikian rupa, agar blog ini kemarin hanya bisa dilihat oleh saya sendiri. Hhe. Andai saya tahu dari dulu kalau cara itu ada, takkan saya hapus blog yang terdahulu. Saya juga sempat membuat Semut Hijau yang lain . Tapi, kalau dipikir-pikir, sehati-hati apapun saya mema...

Terakhir!!

Blog sebagai tempat curhat?? Belum lama ini seseorang menyinggung lagi tentang kebiasaan saya bercerita. Katanya, kebanyakan curhat. Ya, maaf kalau terkesan begitu. Tulisan saya mungkin tak berbobot, tapi beginilah saya. Hanya ini yang mampu saya bagi di blog ini. Ya... Mungkin sudah waktunya membenahi diri lagi. Seperti saat saya memutuskan untuk tak lagi menulis curhat saya di catatan sebuah jejaring sosial. Dan kalau dipikir-pikir, sama saja dengan saat saya menuliskannya disini. Padahal, saya sudah sempat mengira ini akan berbeda. Karena dengan mengunjungi blog ini (sengaja ataupun tidak), berarti orang itu sudah mengikhlaskan waktunya untuk membacanya. Tapi... kasihan juga kalau ternyata blog yang dikunjungi hanya berisi curhat tak penting. Ini berarti tak ada yang berubah dari saya selama ini. Ya, sudahlah... Mungkin sudah saatnya berbagi dengan diri sendiri saja. Melupakan kebiasaan bercerita. Atau melampiaskan emosi disini. Maafkan saya, blog... Mesti meninggalkanmu ...

Maaf, Membuatnya Memburuk Kembali :'(

Jujur, saya sangat malas bermasalah dengan orang lain. Tapi, kenapa begitu mudah bermasalah denganmu?? Untuk kedua kalinya, keadaan kita memburuk. Iya, mungkin ini salahku. Kemarin, saya mangkir dari jadwal yang sudah kita dan teman-teman tetapkan. Tapi, izinkan saya membela diri sedikit. Kemarin, saya tahu kalau kita ada jadwal. Tapi, tak ada kepastian hingga saya sempat berpikir kalau kegiatan itu batal dilakukan. Beberapa waktu kemudian, saya baru berinisiatif untuk memastikannya pada salah seorang teman kita. Dan, ternyata saya yang tak tahu kalau kegiatan itu jadi dilaksanakan. Sampai saya datang terlambat. Sangat terlambat hingga akhirnya saya seolah datang hanya sebagai 'tamu'. Dan... mulailah keadaan itu memburuk!! Kau terus menyinggung keterlambatanku. Menyinggung dengan mempersilahkan saya masuk ke ruangan itu sebagai tamu. Dan, kau jadi tuan rumahnya. -_- Saya sudah teramat merasa bersalah jauh sebelum kau menyinggungnya. Tapi, kenapa harus kau singgung terus?...

Ya, Sudahlah...

Tak ada yang abadi, Teman... Termasuk, mungkin, pertemanan kita. Kau mungkin tidak pernah berpikir tentang ini. Saya maklum, isi kepalamu penuh sesak hingga mungkin tak sempat memikirkannya. Tapi, andai kau tahu... Kau satu-satunya teman yang saya betah dengannya meskipun dalam diam. Memang, pembicaraan kita kadang tak berada pada alur yang sama. Tapi, seperti yang pernah diceritakan nenekmu, saya bisa mengerti itu. Dan, maaf kalau sering menjadikannya lelucon. Bukan bermaksud merendahkanmu. Hanya saja, wajahmu terlihat sangat lucu tiap kali memprotes kami yang menertawakanmu. Hhe Kau tahu, saking seringnya bertemu denganmu... saya bisa membaca pikiranmu, juga suasana hatimu. Saya akan segera menjelaskan sesuatu saat wajahmu menyiratkan kebingunganmu. Dan... satu hal... saya paling hafal pada marahmu. Marah yang kau tujukan hanya padaku. Dan tiap kali kau menunjukkan wajah itu, saya akan bertanya pada diri saya sendiri, salah apa lagi yang saya perbuat hingga membuatmu marah. Anehn...

Untuk Teman TerBAIK

Saya kehilanganmu, teman. Dan sepertinya kau sudah melupakanku. Itu tak apa. Biar saja itu menjadi masa kini kita. Dan, izinkan saya bercerita sedikit tentang masa lalu kita. Kau pernah menjadi teman terbaik untukku. Ingat, untukku kau memang yang terbaik. Saya pernah tidak mengikuti suatu kegiatan karena sakit. Sebagai konsekuensinya, saya harus rela mendengar cerita teman-teman kita yang mengikutinya. Satu hal yang paling tidak saya sukai. Mendengar pengalaman teman-teman yang saya tidak terlibat di dalamnya. Mereka bercerita tentang senang, sedih, takut, dan marah yang mereka lewati bersama. Dan, saya jadi iri karenanya. Mungkin karena itu juga kebersamaan itu tidak melekat padaku. Seringkali saya merasa terasing, sendiri. Dan, kau berbeda. Kau tidak pernah menyinggung sedikit pun tentang kegiatan itu. Sampai-sampai saya mengira kau juga tidak mengikutinya. Baik sekali kau, teman. Kau mengerti bagaimana rasanya terasing diantara teman-teman dengan cerita mereka yang sama. Dan ...

5 Januari (1991-2011)

20 Tahun? Belum banyak yang bisa dibanggakan Hanya bertambah tua Bertambah masalah Dan bertambah berat massa bumi. :D 5 Januari 1991 Saya lahir dengan panjang tubuh 52 cm dan berat 3,6 KG. Lahir di RS.Pertiwi. Katanya, saat akan dilahirkan ibuku ke rumah sakit dibonceng ayah dengan motornya saat itu. Yang saya tidak habis pikir, kenapa jauh sekali saya dilahirkan? Ada banyak PUSKESMAS dan Rumah Sakit Bersalin yang dilewati saat menempuh perjalanan ke RS. Pertiwi. Tapi, kenapa jauh sekali? Ada-ada saja ibu dan ayah saat itu. Anak sudah mau lahir, masih sempat saja cari Rumah Sakit yang jauh. Untung saya tidak terlahir di jalanan. :D Seperti yang pernah saya lihat saat ibuku masih bertugas di PKM.Pattingalloang. Ada ibu yang melahirkan di atas becak. :D 5 Januari... Nah... ini dia tidak enaknya lahir di tanggal segitu. Baru saja semangat kita terbakar saat memulai awal tahun. eh... sudah ulang tahun lagi empat hari kemudian. Jadinya, dalam setahun saat 'paling bersemang...

2010

Posting di akhir tahun... Hhe 2010... Di tahun ini, mungkin tak banyak hal yang terjadi. Tapi, banyak pelajaran yang berarti. Awal tahun, lebih banyak kemuraman. :D Lebih tidak bersemangat. Padahal, saat itu salah satu minuman bersoda sedang promo dengan lagu penuh semangatnya. Yang pakai kalimat "buka kita buka hari yang baru... Raih semangat baru" *lupa juga liriknya!!hhe Di tahun ini. Saya lebih menghayati kesendirian. Ya, saya tak ini bergantung pada orang lain!! Kemana-mana sendiri. Itu tak apa. Sekalian belajar mandiri juga, kan?! Tapi, itu tak selalu berjalan baik. Kadang, larutnya malam memaksa saya untuk menghubungi paman saya di sebuah tempat. *ibu saya belum mengizinkan saya kemana-mana naik motor sendirian. -_- Sampai sekarang pete'-pete' menjadi andalan saya kemana-mana. Dan akan terasa berbahaya saat malam telah larut. Tahun 2010 menjadi saksi pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pulau Jawa. Juga pulau Bali. Pengalaman pertama yang sangat ...

Maaf... u_u

Maaf... Hanya itu yang bisa terucap saat ini untuk keadaan yang mungkin tak berkenan di hati kita semua Jujur, saya pun tak bisa memutuskan, apa saat itu saya MENOLAK atau MENERIMA. Saya tak berada disana. Dan baru berada disana setelah penolakan itu. Saya mengetahuinya dari seorang teman saat saya masih dalam perjalanan menuju kesana. Saya menanyakan agenda yang sedang berlangsung saat itu. Dan betapa terkejutnya saya saat mendapat jawaban dari teman itu. Saya tanyakan lagi, "Kenapa bisa??". Saya tak sanggup menunggu jawaban via SMS yang selalu mempermainkan penggunanya lewat keterlambatan pengiriman. Saya telfonlah si teman itu. Dan... :'( Sekali lagi, saya tak ingin membenarkan sikap saya yang tak turut andil dalam pembelaan kalian. Saya juga tak bisa memutuskan apakah saat itu saya MENERIMA atau MENOLAK. Saya katakan seperti itu, sebab saya tak ada disana. Tak merasakan atmosfer FIS III 104 yang mungkin penuh sesak oleh perdebatan forum. Perdebatan yang mungkin me...

(?)

Tatapan mata yang sama Sama seperti dua tahun kemarin saat meragukan tatapan itu tertuju kesini Sama... seperti kau yang tak mengizinkanku mengusiknya Meski hanya sekedar bertanya, "Kenapa?" Kau malah pergi Meninggalkan yang tak sempat terucap Seolah hanya kau yang tak mampu lagi menyimpannya disana Kenapa memandangku? Kenapa tak mengucapkan sepatah kata pun? Kenapa malah memilih pergi meninggalkanku? Ternyata, selain tangguh kau juga egois!! :'(

Antara Karya-karya Itu, dan...

Kali pertama mendengar dia mengungkapkan kegundahanmu Rasa tak nyaman itu sungguh tak ingin lagi beranjak dari hatinya Kau sangat bingung, katamu Bagaimana harus adil mengapresiasi karya orang-orang itu Sedang karya yang dihasilkan tidaklah sama rata bagusnya Dia sudah tersentil duluan! Bukan karena kepekaan yang luar biasa yang memang menjadi sifat dasar dirinya Tapi, karya yang dihasilkannya sudah pastilah tidak memuaskan Mengingat betapa jarangnya dia berlatih Sekuat hati harap itu mengatakan bukan dia yang dimaksud Ditambah lagi, kenyataan bahwa hasil karya itu tak seburuk apa yang dia pikirkan Tapi, keinginan tiada sejalan dengan kenyataan hidup (ada yang ingat lirik lagu apa itu?) Lalu, permintaan yang sungguh sangat menyesakkan itu terpaksa diterimanya Demi nama baik kita bersama Dia, kau, dan juga orang-orang itu Hanya ingin menegaskan ini: Dia tidak berambisi karya dia dinilai bagus dan dipuji orang lain Bukannya tak ingin karya itu memang bagus Dia hanya ingin, karya dia...

Darinya yang Masih... (Maaf!!)

Kau mungkin lupa Ada seseorang disini yang selalu mengusahakan yang terbaik untukmu Seperti mereka, ia juga ingin ada di hari terpentingmu Kalau saja kau tahu Sejak kemarin sudah ada rencana untuk itu Tapi... waktu nyatanya tak pernah berpihak dalam hal ini Usaha itu akhirnya terhenti pada upaya penolakan telepon oleh seseorang Ah... kau juga tampaknya sudah tak peduli Seperti kau yang tak pernah lagi melibatkan dia dalam duniamu Pada akhirnya, semua akan kembali seperti dulu Seperti sebelum kalian berkenalan Seperti sebelum ada rasa yang harus dikontrol olehnya Selamat menikmati duniamu Berharap kau bisa kuat dalam nyata yang selalu kau ingkari keberadaannya

Nurani - NURANI

Saya melihat langit yg sama dgn yg kalian lihat malam itu Hanya saja kita melihatnya dari arah yg berbeda Kalian di Pacekke, Barru mungkin sedang melihat persembahan di NURANI Sedang saya... di sebuah tempat Masih menunggu kepulangan ibu saya Jangan tanya kenapa nurani saya lebih memilih disini Yang saya tahu NURANI bisa tetap jalan tanpa saya.. Dan, terbukti kan?? :) Yang saya dengar dari Mini... katanya sangat seru dan menyenangkan Ditambah lagi pemandangan indah di sana sini Hmmm... bukan rejeki saya... :) Rejeki saya saat itu, melihat kwmbali wajah ibuku setelah 40 hari tak bertemu... :) Selamat telah menjalani NURANI untuk teman-teman 2010 Selamat NURANI, KOSMIK!! :) Sampai jumpa di FIGUR nanti... :D

Mencicipi Rasa

Tak pernah benar-benar merasakannya Juga tak pernah berharap merasakannya Hanya saja, seringkali rasa ingin tahu memaksa untuk mencoba merasakaannya Hanya sekedar untuk tahu saja Maka... terimakasih untukmu yang mengizinkanku mencicipi rasa itu meski hanya sedikit Tak usah berlebih Sebab aku takut akan ketagihan pada rasa yang menyenangkan itu *Terimakasih... telah rela membiarkan benda kesayanganmu ikut bersamaku selama beberapa jam Setidaknya, saya sudah pernah merasa memilikinya :)

'Back To December'

23 November... 01.00 WITA... Iseng menyetel televisi, berniat nonton FTV yang mungkin nangkring di stasiun TV mana saja. Saya ingin nonton!! Berapa lama saya tidak bertemu televisi?? Dan ternyata, saya terhenti di sebuah stasiun TV swasta yang menayangkan tayangan AMA. American Music Award?? Semoga tak salah. Asal nonton saja sebenarnya. Sebab saya tak begitu mengerti tentang perkembangan musik saat ini. Jangan tanya saya tentang itu. Sebab saya baru menyukai sebuah lagu (biasanya) saat 'masa emas' lagu itu sudah lewat. Apalagi lagu yang tak berbahasa Indonesia!! Jangan tanya!! hhe... Sebenarnya tak jelas juga saya 'hebat'nya di bidang apa. Apa-apa tak tahu. Apa-apa tak mengerti. Seolah waktu saya tak jelas terbuang untuk apa. Berwawasan sangat sempit!! :( Sembari asal nonton, sambil berfikir mau download apa lagi, tiba-tiba terdengar lagu bagus!! Taylor Swift - Back To December. Apa ini lagu yang terbilang lama?? Atau masih baru?? Lupakan!! Download saja!! :D I go back...

Bahagianya adalah Bahagiamu??

I would rather hurt myself than to ever make you cry... potongan lirik Air Supply (Good Bye) yang saya tampilkan di salah satu akun jejaring sosial saya, rupanya menarik perhatian seorang teman. Si teman ini adalah satu dari beberapa teman yang lumayan dekat dengan saya. Saya punya beberapa teman yang hubungan saya dengannya setingkat di atas teman biasa. Disebut sahabat, tidak juga... sebab tak semua masalah bisa saya bagi dengan mereka. Hanya sekedar menjelaskan bahwa kejiwaan saya sedang terusik oleh adanya sebuah masalah. Tidak pernah secara detail menjelaskan masalah pribadi, semisalnya dengan kalimat panjang lebar hingga mereka merasa seolah ikut merasakan apa yang saya alami. Hubungan pertemanan ini, selanjutnya disebut persaudaraan (saya menganggapnya seperti itu), dalam prosesnya terjadi dengan saling memperhatikan satu sama lain. Mulai dari masalah makan, kalau mereka tak melihatmu makan seharian. Atau, menuduhmu tidak tidur seharian hanya karena kau tak bersemangat menjalan...