Langsung ke konten utama

Postingan

Jatuh #2

Kau tahu kenapa pernah aku berhenti berharap? Bukan karena tak percaya Tapi tak berani kecewa Terlalu nyaman dengan kesendirian Terlalu asyik dengan diriku Hanya menjaga apa yang menjadi hakku Bergaul dengan diriku Kau mungkin menganggapku aneh Beginilah diriku... Seperti yang pernah dikatakan olehmu Tak mesti aku mengubah diriku karena orang lain, termasuk dirimu :)

So Real/Surreal

Buku ini saya dapat dari seorang teman yang menjual kembali buku-bukunya. Berhubung saya penganut lebih baik banyak tapi oke daripada sedikit tapi lebih oke, saya memilih yang banyak. :D Saya hanya ingin membaca.  Lebih banyak buku lebih bagus. Dan saya tak perlu buku baru, *meskipun saya sangat suka aroma buku baru, hanya untuk bisa membaca. Jadilah saya membeli tiga bukunya yang ada dalam satu paket yang sama, waktu itu. Sebelumnya, sebenarnya saya tak suka membuat tulisan tentang isi buku. Hal ini akan menghilangkan penasaran bagi orang yang akan membacanya. Tidak enak juga sama penulisnya, yang mungkin akan kehilangan orang yang akan membeli bukunya. Oke... sepertinya saya terlalu berpikir jauh. -__- So Real/Surreal Nugroho Arifin 173 halaman Buku ini bercerita tentang empat orang yang berbeda profesi dan latar belakang. Sudut pandang orang pertama. Dan empat orang ini memiliki sudut pandang masing-masing. Jadi, ada empat orang yang bercerita disini. Empat orang seba...

Klub 'Pembaca Aneh'

Ini pertama kalinya saya membuat review buku (selain tugas di sekolah dulu). Klub Pembaca Aneh, dimana kita diminta untuk membuat tiga review buku selama satu bulan. Review di post di blog. Entah kalau di post di tempat lain juga. :D Lalu, link-nya di post di twitter dan mention mereka yang juga anggota klub ini. Dengan beberapa syarat. Bagi yang kalah, mendapat sanksi berupa traktir gocengan di salah satu fastfood. Saya tertarik bergabung dengan klub ini karena saya bisa terus membaca. Meskipun bacaan ini berbentuk novel, setidaknya saya akan mendapat dorongan untuk mengisi waktu saya yang begitu lowong dengan membaca. Awalnya, saya tahu keberadaan klub ini ketika melihat update-an twit Kak Tri Ayu . Nama klub 'Pembaca Aneh' ini juga saya dapat dari blognya saat membaca review buku yang dibacanya. Heran melihat betapa dia bersemangat membuat review buku. Rupanya sedang bergabung dengan klub yang sebelumnya sudah dijalani oleh Adik Pipi dan Adik Endi . Sekarang, jumlah ora...

Kaisar KOSMIK 2012-2013

Tulisan ini dibuat atas terpilihnya Kaisar KOSMIK 2012-2013 dini hari tadi... Koridor KOSMIK, FIS IV Lt.2, begitu ramai malam tadi. MUBES XXIV belum usai. Tapi peserta MUBES sudah harus meninggalkan tempat sebelumnya, Aula RAMSIS UNHAS. Tempat kedua, setelah FIS III Ruang 107 yang digunakan pada 10-12 Februari kemarin. 15-16 Februari agenda dilanjutkan di Aula itu. Tapi, ternyata izin yang ada hanya sampai pukul 22.00 WITA. Mengingat portal RAMSIS yang akan ditutup. Jadilah MUBES dipindah ke koridor. Tempat teraman tanpa mesti berizin. Wajah-wajah lelah dini hari, juga wajah cemas mesti pulang cepat, sudah terlihat disana. Banyak yang mesti kuliah pagi. Tapi, sayang kalau harus menunda besok lagi, agenda yang tersisa tinggal Pemilihan Ketua Umum KOSMIK. Agenda seru yang ternyata berjalan begitu seru tanpa tertebak sebelumnya. Ada mekanisme pemilihan yang mesti diikuti kali ini. Pada pemilihan pertama ada 5 suara terbesar yang akan dipilih kembali untuk mencari 3 terbesar. Tiga be...

Pemilik 7 Februari - Mini Rasyid

Seperti yang ditulis di post sebelumnya. Ada dua saudari yang berulangtahun hari itu. Ini yang satunya lagi. Entahlah... sepertinya saya 'jodoh' berteman dengan anak 7 Februari. Ada 7 Februari lain yang minat berkenalan? bercanda! :p Rukmini Rasyid atau @minnierasyid. Pertama kali kenal dengannya, di PMB tingkat fakultas, waktu MABA. Merasa familiar dengannya, tapi lupa pernah lihat dimana. Ternyata, dia kakak kelas waktu SMP. Di PMB itu, dia duduk di dekat Maulana Armas, yang langsung saya pikir adalah pacarnya. Merasa iri, “Ini orang satu jurusan sama pacarnya. Tawwa!!” langsung batal suka sama Maulana Armas saat itu. Hhahaha Selain satu sekolah waktu SMP, ternyata arah rumah kita berdekatan. Mungkin itu juga yang membuat kami dekat sampai sekarang. Perkara rumah berdekatan. Meski tak benar-benar dekat, yaaa searah trayeklah kalau dari kampus dengan dua kali pete-pete (angkot). Nah, waktu awal kuliah saya kan pulangnya tidak sama dia. Tapi, selalu ketemu kalau lagi me...

Pemilik 7 Februari - Trianasari

Ini untuk dua orang saudari yang berulangtahun di 7 Februari kemarin. Biar diceritakan satu-satu yak! :D Mohon maaf atas keterlambatan ini. Tahulah, keadaan kita kemarin itu bagaimana. hehe... Trianasari (Tria) atau ada yang mengenalnya dengan ID @treea_sary . Saya lupa kali pertama mengenalnya. Yang jelas, kami tidak dalam lingkup pergaulan yang sama sewaktu MABA. Beda geng! Hhahahaha. Waktu yang berjasa mendekatkan kami. Tapi, saya juga lupa kapan kali pertama kami dekat. Saya tidak ingat ada dia di sekitar saya waktu kuliah-kuliah MKU dulu. Tapi, saya ingat kami merasa senasib saat sosialisasi almamater kami sama tak sempurnanya. Ya, barangkali rasa 'sama' ini yang membuat kami mulai merasa ada di kelompok yang sama. Dia ada waktu saya kebingungan saat panik menyukai seorang teman. Dia ada saat saya kehilangan teman dekat yang berpacar dan mulai tidak memprioritaskan kami, teman-temannya. Oh, iya... ada saat saya merasakan hal itu untuk kedua kalinya, dengan...

Pengabaianmu

Di sudut jalan, hari itu... kita bertemu. Seperti biasa, kalau bukan aku yang menyapamu, kita tak akan pernah bicara lagi kan? Kenapa? Sepertinya kau terus menghindariku. Pernahkah ada salah yang tak kusadari? Kau tak pernah mau memberitahuku itu. Huh... kau membiarkanku bertanya sendiri. Mencari jawabannya sendiri. Kenapa tak kau bantu? Sekedar memberi petunjuk atau apalah yang bisa membuatnya menjadi mudah. Bisa saja semuanya kuabaikan. Sikap tak pedulimu. Bahkan saat sedang sibuk tidak memperhatikanku. Bisa saja aku juga tak peduli itu. Tapi, kau membuatku merasa bersalah. Salah karena tak pernah tahu salah dan tiba-tiba ditinggalkan. Tanpa diberitahu apa kesalahanku, apalagi diberi waktu untuk memberi penjelasan. Sudah, ditinggal saja. Kau sempat membuatku kebingungan sampai beberapa hari setelahnya. Lalu, atas dukungan teman-temanku, kuputuskan mengabaikan semuanya saja. Lagi. Tapi, semua pengabaian itu sia-sia saat bertemu denganmu. Bertemu dengan sikap dingin yang seolah sud...