Langsung ke konten utama

Postingan

Jatuh #1

"Kalau kita jatuh cinta, makan lebih enak, tidur lebih nyenyak.Pengennya senyum terus. Jalanpun seperti nggak napak, rasanya mungkin seperti terbang melayang." - Rama (Fauzi Baadila) #LOVE Yup, dia merasa seperti itu. Kecuali dalam hal, "tidur lebih nyenyak". Sebab dalam tidurnya pun dia masih sempat memikirkanmu. Ya, dalam mimpi. Mungkin, sebab terlalu sering dia memikirkanmu hingga turut melibatkanmu dalam mimpinya. Entah apa yang membuat kau terus bermain di pikirannya. Yang dia tahu dia harus sesegera mungkin memberi tahu seseorang tentang itu. Hingga akhirnya dia mengirim pesan singkat ke seorang temannya. Menceritakan tentang kebingungannya. Tentang sikapmu terhadapnya dan kebingungan ia menghadapi sikapmu itu. Kata temannya, "Jalani saja..." Ya, seharusnya dia cukup menjalaninya saja. Dengan itu dia bisa tenang. Tapi, yang terjadi malah kepanikan yang melanda dia. Tak tahu bagaimana harus bersikap terhadapmu. Tapi, seperti kata temannya. Bukank...

Yang Terlewatkan " Bloglicious Fun Makassar"

Bloglicious Fun Makassar memang sudah lewat. Tapi, izinkan saya menuliskan penyesalan saya yang sungguh tidak mengenakkan ini. Bloglicious Fun Makassar digelar Id Blog Network (IBN) di PKP UNHAS pada tanggal 21-22 Mei kemarin. Dan saya dengan cantiknya melewatkan event yang sangat menarik bagi para blogger ini. Padahal beruntung Makassar berkesempatan menjadi salah satu kota yang mendapatkan seminar+semi workshop dengan topik seputaran blogging. Dua setengah tahun nge-blog dan tidak ikut event beginian?! RUGI!! Tapi, untunglah saya punya beberapa teman yang hadir dan sempat menuliskannya di blog mereka. Salah satunya, Rizved. Dia sempat menuliskan bloglicious fun makassar versi rizved . Meski menambah rasa iri, apalagi dengan cerita lengkap dan foto-fotonya, tapi sukses mengurangi rasa penasaran saya akan situasi yang terjadi disana. Silahkan difollow blog-nya, dan dibaca+dikomentari postingannya. :))

Perbaikan :D

Meninggalkan adalah sebuah proses yang memisahkan kita dengan hal yang kita tinggalkan. Maka, ketika memilih untuk kembali, adalah bijak ketika ketika kita memulai dengan memperbaiki keadaan yang sempat kita tinggalkan itu. Jangan terlalu serius dulu!! :p Saya hanya ingin menuliskan tentang sekembalinya saya mengaktifkan blog ini. :D Meninggalkannya beberapa bulan, yang bagi saya terasa lama, membuat saya merasa bersalah. Bukan hanya soal menulis. Saya merasa bersalah karena meninggalkan kebiasaan saya untuk membaca postingan dari blogger lainnya . :'( Ya, itu kebiasaan saya. Kebiasaan yang paling banyak menyita waktu saya ketika koneksi internet terhubung.  Kali ini saya menyusun kembali bloglist yang ada di sidebar. Banyak tambahan sehingga daftarnya terlihat begitu panjang.Tapi, tak apalah. Asalkan masih terlihat seimbang. Saya suka keseimbangan. :) Menyusunnya membutuhkan waktu lebih banyak daripada membuat postingan ini. Tak terlalu penting, memang. Hanya ingin menulis...

Lagi-lagi Memulai Kembali

Saya kembali lagi berniat mengisi blog ini. Setelah kemarin sempat tergoyahkan oleh pendapat beberapa teman. Ya, saya sangat mudah terpengaruh. Saya lalu menganggap semua yang tertuliskan kemarin adalah kebodohan. Saya ditegur beberapa teman. Katanya, blog ini hanya berisikan curahan hati. Mungkin tak banyak berguna. Tapi, bukankah pernah saya katakan, "beginilah diriku"? Ya, seharusnya saya tak lupa itu. Ini memang diri saya. Dan tak seharusnya juga saya tidak menganggap teguran beberapa teman itu tak penting. Seharusnya itu malah menjadi pemicu agar blog ini tak melulu berisikan curahan hati. Maaf, saya melupakan itu. Dan... disinilah saya. Kembali hadir setelah sempat merubah alamat dan mengatur sedemikian rupa, agar blog ini kemarin hanya bisa dilihat oleh saya sendiri. Hhe. Andai saya tahu dari dulu kalau cara itu ada, takkan saya hapus blog yang terdahulu. Saya juga sempat membuat Semut Hijau yang lain . Tapi, kalau dipikir-pikir, sehati-hati apapun saya mema...

Mengenang, bukan Berharap

Aku mengingatmu lagi.  Salah. Pada dasarnya, aku tak pernah benar-benar melupakanmu.  Aku hanya tidak menghiraukan rasa rindu padamu.  Dan hanya butuh sedikit pemantik agar rindu itu menghangat kembali. Bagi kita, tak ada lagi kesempatan untuk bersama.  Jadi, untuk apa lagi harap itu ada?  Rasaku mungkin tulus.  Tapi, tetap membutuhkan keberadaanmu untuk melengkapinya.  Dan, rasanya itu yang tak mungkin. Yang kubutuhkan sekarang, hanya kerelaan untuk melepasmu. Rasa yang tak akan ada tanpa usahaku mendapatkannya. Segala kesibukan tak mampu menghilangkan rasaku untukmu.  Segala pengalih perhatian belum cukup membuatku tak mengingatmu.  Pun ketika kucoba menaruh hati pada yang lain,  tanpa sadar selalu kubandingkan ia denganmu.  Sepertinya, segala usahaku takkan cukup jika hanya berkisar pada usaha melupakanmu. Yang kubutuhkan hanya kerelaan.  Ya, rela sebisa mungkin untuk tak menaruh harap bersamamu....

Terakhir!!

Blog sebagai tempat curhat?? Belum lama ini seseorang menyinggung lagi tentang kebiasaan saya bercerita. Katanya, kebanyakan curhat. Ya, maaf kalau terkesan begitu. Tulisan saya mungkin tak berbobot, tapi beginilah saya. Hanya ini yang mampu saya bagi di blog ini. Ya... Mungkin sudah waktunya membenahi diri lagi. Seperti saat saya memutuskan untuk tak lagi menulis curhat saya di catatan sebuah jejaring sosial. Dan kalau dipikir-pikir, sama saja dengan saat saya menuliskannya disini. Padahal, saya sudah sempat mengira ini akan berbeda. Karena dengan mengunjungi blog ini (sengaja ataupun tidak), berarti orang itu sudah mengikhlaskan waktunya untuk membacanya. Tapi... kasihan juga kalau ternyata blog yang dikunjungi hanya berisi curhat tak penting. Ini berarti tak ada yang berubah dari saya selama ini. Ya, sudahlah... Mungkin sudah saatnya berbagi dengan diri sendiri saja. Melupakan kebiasaan bercerita. Atau melampiaskan emosi disini. Maafkan saya, blog... Mesti meninggalkanmu ...

Maaf, Membuatnya Memburuk Kembali :'(

Jujur, saya sangat malas bermasalah dengan orang lain. Tapi, kenapa begitu mudah bermasalah denganmu?? Untuk kedua kalinya, keadaan kita memburuk. Iya, mungkin ini salahku. Kemarin, saya mangkir dari jadwal yang sudah kita dan teman-teman tetapkan. Tapi, izinkan saya membela diri sedikit. Kemarin, saya tahu kalau kita ada jadwal. Tapi, tak ada kepastian hingga saya sempat berpikir kalau kegiatan itu batal dilakukan. Beberapa waktu kemudian, saya baru berinisiatif untuk memastikannya pada salah seorang teman kita. Dan, ternyata saya yang tak tahu kalau kegiatan itu jadi dilaksanakan. Sampai saya datang terlambat. Sangat terlambat hingga akhirnya saya seolah datang hanya sebagai 'tamu'. Dan... mulailah keadaan itu memburuk!! Kau terus menyinggung keterlambatanku. Menyinggung dengan mempersilahkan saya masuk ke ruangan itu sebagai tamu. Dan, kau jadi tuan rumahnya. -_- Saya sudah teramat merasa bersalah jauh sebelum kau menyinggungnya. Tapi, kenapa harus kau singgung terus?...