Langsung ke konten utama

Postingan

Dia, yang Menguatkan Kerapuhan

Ini tulisan tentangnya. Tentang wanita hebat yang menguatkan setiap langkahku yang rapuh. Mungkin tak banyak yang pernah kutulis tentangnya. Kebanyakan, menulis tentang mantan pasangan hidupnya. Aku terlalu merindukan sosok mantannya itu, hingga lupa sosoknya yang lebih penting dari pria itu. Pernah aku menanyakan ini pada teman-teman sewaktu kecil dulu... "Lebih sayang mana, ayah atau ibu?" Kebanyakan dari mereka menjawab, "Sama saja. Tak ingin membeda-bedakan mereka." Saya bisa saja dengan tegas menjawab, "Ibu!!" Saya lebih dekat dengan beliau ketimbang ayahku, mungkin alasannya saat itu. Itupun sebelum ayahku harus pergi jauh untuk menuntaskan sekolahnya, selama dua tahun di ujung timur pulau Jawa sana. Sepulang ayah sekolah, jawabanku berubah... "Ayah!!" Itu karena ibuku dikirim bertugas di sebuah pulau (dan sekarang pun masih). Sampai akhirnya dari bangun sampai tidur lagi yang kulihat hanyalah ayah. Ayah ke kantor, saya bangunkan. Sepulang ...

Berkumpul Kembali... :))

Lama rasanya tidak menikmati waktu bersama mereka. Barang satu atau dua jam. Terakhir, karena ada urusan yang mesti dikerjakan sama-sama. Lama tidak menertawai diri sama-sama lagi. :( Tapi... akhirnya, waktu berpihak juuga pada kami. :)) 28 Juli 2010 kemarin. Kami jalan sama-sama lagi. Bermula dari saling berkirim pesan singkat dengan seorang teman semalam sebelumnya. Mengajak jalan sebab sudah berminggu-minggu tak bertemu (teman ini tak ikut study tour kemarin). Lalu, janji akan jalan dan mengajak dua teman kami yang lain. Masih dalam perencanaan jalan itu, saya mendapat konfirmasi 'iya' dari salah satu teman. Saya sampaikanlah konfirmasi itu ke teman yang semalam berkirim pesan singkat dengan saya. Dan... ternyata... si teman itu sudah berencana jalan dengan teman kami yang satunya lagi. Jadilah kami memutuskan saat itu juga. Sedang siang itu saya belum mandi dan siap-siap. Juga belum meminta teman, yang memberi konfirmasi tadi, untuk siap-siap. -_- Perlu dua jam dari rencana...

TUA!!!!!! :((

"Tua meko, Rizka!!" kata seorang kakak. Hha. Iya!! Sudah tua!! :P Kalau setahun kemarin, saat angkatan 2009 datang, saya masih bisa merasa muda. Tahun kelahiran kami rata-rata sama. Tapi, tahun berjalan semakin cepat. Mereka, angkatan 2010 sudah pasti mayoritas setahun di bawahku. :(( TUA!!!!!!! Waktu di usia 18 tahun kemarin, entah kenapa, saya masih selalu merasa muda. Merasa masih bisa punya banyak salah. Tapi, angka 19 seolah membuat saya malu untuk salah lagi. Meski tak bisa dipungkiri, kesalahan demi kesalahan tetap terus terjadi karena perbuatan saya. TUA!!!!!! :((

Kembali ke Makassar

15 Juli 2010 Kembali memulai hari di kota sendiri, setelah selama 11 hari Study Tour (Study Media) di Jakarta dan Bali. Masih agak lelah, memang. Tapi, janji pada seorang kakak di kampus menunggu untuk ditepati. Meski telah lewat 3 jam dari janji sebelumnya. Maaf, kakak!! Setiba di kampus, masih di sekitar koridor rumah kecil biru-merah, ditagih oleh-oleh tentunya. Tapi, maaf……. Karena satu dan lain hal, mohon dimaklumi saya punya keterbatasan dalam membawa oleh-oleh. Harap bisa dimengerti dengan baik maksudnya. Tidak bermaksud membeda-bedakan. Hanya saja, saya tak cukup punya ‘sesuatu hal penting’ yang membuat saya bisa mengangkut oleh-oleh tersebut. Maaf, maaf!! Ok!! Setelah membantu kakak yang kini memiliki tanggung jawab ‘berganda’ tersebut untuk mengurusi ini-itu di birokrasi yang membuatnya kesal setengah mati, kami pun kembali ke koridor rumah kecil itu. Lalu, masuk ke laboraturium audio-visual, melihat-lihat teman-teman yang ikut pelatihan Jurnalistik TV (oleh Baruga dan Broad...

Study Tour Exist'08 (11)

Hari kesebelas… Bangun sekitar pukul 08.00 dan menyadari kalau itu hari terakhir kami di Bali. Tria mengajak untuk pergi lagi bersama pamannya, mengunjungi tempat kemarin. Tapi, kutolak… tak sanggup membiarkan diri tergoda lagi dengan belanjaan itu. Akhirnya, Tria pergi dengan beberapa teman lainnya. Sesudah mandi dan mempersiapkan barang bawaan nanti, saya baru tahu kalau rombongan kami akan ke tempat yang sama yang saya datangi dengan Tria semalam. Tempat pusat oleh-oleh yang pertama kami datangi. Semua barang bawaan disimpan di bagian resepsionis. Lalu, kami menunggu teman-teman kami berkumpul lengkap, setelah pukul 14.00, barulah kami memanggil shuttle bus lagi untuk ke tempat bus kami terparkir. Benar saja, kami menuju ke pusat oleh-oleh itu. Saya setengah mati menahan diri untuk tidak turun kesana. Tapi, tergoda dengan teman-teman yang datang dari sana ke bus. Bukan dengan belanjaan mereka, tapi dengan sesuatu yang menghiasi tangan beberapa dari mereka. Temporary tattoo yang bias...

Study Tour Exist'08 (10)

Hari ke sepuluh… Meninggalkan hotel sekitar pukul 10.00 menuju pasar Sukowati. Jaraknya yang agak jauh dari hotel kami membuat perjalanan itu harus kami tempuh beberapa jam. Di perjalanan sempat diadakan karaokean di bus, berganti-gantian antara teman serombongan. Untung saya tidak kebagian. :P Tiba di pasar Sukowati… kalap belanja!! Hha. Sampai-sampai semua uang yang dibawa nyaris habis. Bukan hanya saya, teman-teman juga. :P Batas waktu berbelanja yang diberi pada kami hingga pukul 15.00 ternyata tak cukup cepat bagi kami. Baru pukul 16.00 saja kami sudah selesai berbelanja. Lalu, makan siang di Bakso Muslim yang tak jauh dari tempat bus kami terparkir. Masih jauh dari batas waktu yang disepakati, seorang teman mengajak saya untuk masuk lagi ke pasar untuk membeli sesuatu yang lupa terbeli olehnya. Tergoda pada beberapa barang, akhirnya saya membeli beberapa barang lagi. -_- Kukatakan pada teman yang mengajak saya masuk tadi, Tria, “Tidak dua kali saya temaniko lagi. Gampang tergoda ...

Study Tour Exist'08 (9)

Hari ke Sembilan… Lelah berjalan semalam baru terasa. Bangun tidur bermalas-malasan dan baru menyadari penunjuk waktu sudah di pukul 09.30. Saya lalu bergegas mandi tanpa membangunkan teman sekamar lebih dahulu. Melihat mereka sedang tertidur pulas membuat saya tak tega membangunkannya. Apalagi mengingat betapa lelahnya kami menyusuri jalan berkilo-kilo meter semalam. Saya baru membangunkan mereka setelah selesai mandi. Yang lain bergiliran mandi. Lalu, setelah kami semua siap, kami pun segera jalan kembali menyusul teman-teman di kamar lain yang telah lebih dulu memulai perjalanan siang itu. Saya dan salah satu teman sekamar memilih sarapan dulu di depan hotel. Ada rumah makan Padang disana, insya Allah halal. Sementara dua teman sekamar kami memilih langsung ke Joger yang letaknya tak jauh dari hotel kami. Setelah sarapan, barulah kami menyusul ke Joger. Sempat berpapasan dengan beberapa teman yang mengingatkan ke kami bahwa beberapa jam lagi kami akan check out dari hotel. Kami berg...